“Kamu terlalu baik untukku” (Ucapan Klise Ketika Putus Hubungan)

Posted on 1,037 views
Putus Hubungan, Putus, Kamu Terlalu Baik, Terlalu Baik, Cerita, Motivasi, Inspirasi, Renungan

Waduh rasanya koq seperti membuka cerita dimasa lalu yah ketika mendengar pernyataan pada judul yang saya gunakan. Wkwkwkwk.. Tidak jadi masalah deh, yang penting tujuan saya menuliskan ini adalah baik. Diantara kalian semua yang membaca notes saya ini pasti pernah dengar kalimat yang tertulis dalam judul diatas bukan? Entah itu di film, sinetron, curhatan teman atau bahkan pengalaman sendiri? Nah pada kenyataannya seringkali kalimat “kamu terlalu baik untukku, aku tidak pantas bersamamu” digunakan oleh seseorang, baik pria maupun wanita sebagai alasan untuk memutuskan hubungan romantisme. Untuk Anda yang baru pertama kali mendengarnya, mungkin ini terdengar dan dianggap seperti sebuah pengakuan dan kerendahan hati. Namun, apakah benar demikian? Disini saya akan coba untuk membahasnya sebagai pengetahuan bagi kita semua.

Sebuah prolog awal untuk dasar pemikiran kita : Apa yang dimaksud dengan terlalu baik? Simpan jawaban Anda dan lanjutkan membaca.

Subyektif adalah salah satu sifat cinta, bisa jadi menurut seseorang terlalu baik, namun justru yang dibilang terlalu baik menganggapnya biasa saja. Manusia bukanlah benda statis yang punya penilaian tetap. Tidak ada orang yang sempurna, semua pasti punya kelemahan dan kelebihan sendiri-sendiri. Siapapun dapat belajar untuk mengurangi egoisme dalam diri dan lebih mau berbagi, dan kabar baiknya ini terjadi secara alami ketika seseorang mulai dewasa dan lebih berpengalaman. Pada dasarnya, secara sederhana tidak ada orang yang lebih baik dari orang lain. Jadi definisi terlalu baik disini kabur dan sangat tidak jelas.

Sehingga bisa dikatakan absurd ketika seseorang menggunakan kalimat diatas untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan “kenapa kita harus putus”. Sebenarnya mereka ingin menyampaikan, “masalahnya ada padaku, bukan padamu”, untuk membuat segalanya menjadi mudah dan selesai seketika. Namun tentu saja hal ini akan membuat semua hal bisa berlalu begitu saja. Kenapa? Jelas sekali bahwa kalimat ini tidak menjelaskan sedikitpun tentang alasan sebuah hubungan harus berakhir. Tidak ada batasan yang rasional, tegas dan mengikat mengenai apa definisi “terlalu baik” yang dimaksudkan dalam kalimat tersebut.

Kenapa kalimat ini sering digunakan?

Pada umumnya, semakin seseorang dewasa, ia akan mencari pasangan berdasarkan tingkat kesadaran, bukan lagi emosi. Dan ketika ia merasa bahwa hubungan itu tidak dapat dilanjutkan, alih-alih mengatakan yang sebenarnya, ia menyampaikannya dengan bahasa lain.Sejurus, kalimat ini tampak menimpakan kesalahan kepada dirinya, bukan anda. Mungkin dengan kalimat ini Anda “tidak akan terlalu tersakiti”. Kalimat ini sebenarnya menyampaikan bahwa “saya yang salah, bukan kamu”, dengan harapan Anda segera move on dan kemudian dengan suka rela meninggalkannya.

Anda harus melihat sisi terangnya. Dengan mengklaim bahwa “dia tidak pantas untuk Anda”, sebenarnya ia telah mengatakan kebenaran dengan mengucapkan frase pada kata-kata tersebut. Jika ini hanya sebuah kepura-puraan, klaim ini sama saja mewujudkan ramalan pribadi dan jalan keluar yang mudah baginya. Ingat kawan, kadang ketika seseorang berucap itu adalah doa yang tanpa disengaja di inginkannya.
Tapi inti sebenarnya atau alasan yang paling mendasar kenapa kalimat itu di ucapkannya karena dirinya tak ingin Anda mempermasalahkan atau bertanya lebih lanjut kenapa dia mencampakkan Anda (yang sebenarnya karena orang ketiga, misalnya). Jika si dia memang mempercayai bawah dia tidak pantas untuk Anda, jelas sekali bahwa ia memiliki problem kepercayaan diri yang akut atau parah, orang yang mau mengakui dirinya lebih rendah dalam hal kebaikan adalah orang yang merugi, padahal seharusnya kita berlomba untuk menjadi lebih baik. Inilah sebenarnya titik ketololan yang terjadi, jika menydari dirinya tidak baik tapi kenapa malahan ditambah dengan menyakiti orang lain, bukannya memperbaiki diri. Masuk akal apa tidak coba?
Apapun yang sebenarnya menjadi niat dia mengucapkan kalimat tersebut, ada satu hal yang pasti benar, yakni dia tidak cukup berharga untuk menerima cinta dan kasih sayang Anda.

Jadi, lain kali pasangan Anda mengucapkan kalimat ini, biarkanlah dia pergi, lalu dengan penuh kegembiraan memulai hidup baru tanpanya. Bagaimana? Anda punya pendapat lain?
Kalau kalian menemukan kasus-kasus yang sesuai tema postingan ini di lingkungan kalian dan belum saya sebutkan di atas, silakan share di comment box! Makasih banyak!
Demi kemajuan kita semua segeralah bergabung bersama kami di Fans Page :Broken Heart Survival Guide, untuk mendapatkan materi-materi berkualitas lainnya untuk sebuah infestasi besar dalam hidup Anda.

Indahnya berbagi cerita dan cinta terhadap orang lain seperti Anda.

Sumber: Cerita Motivasi & Inspirasi

Baca juga: Kepercayaan Perekat Hubungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *